Wednesday, 18 May 2011

B

Ornament Kamar

Ketukan tukang siomay diluar terdengar ber-irama sesuai dengan waktu yang berjalan diruangan ini,
aku tak mengerti harus apa lagi.
Beberapa film sudah kutonton dan kucari makna nya namun tak semuanya mempunyai arti yang baik untuk mendukung kondisi diriku saat ini.

jadi apa yang baik?

Lulus.

cuma itu sekarang yang aku mau.

aku mau lulus dari studi ini, studi yang sudah berlangsung cukup lama, dan mungkin biayanya cukup untuk membeli mobil bekas yang ada di pojok iklan koran poskota.

studi ini memang bukan inginku, melainkan keinginan kedua orang yang suka menghasilkan uang yang sangat banyak jumlahnya.

aku mau,
aku mau segalanya.

TAPI TUHAN.

aku benci perempuan itu. Ia perempuan rapuh.
dia perempuan yang tinggal di sektor sebelas minus tujuh.

karena dendam ini masih perih,
aku pun sukses membuatnya terlihat bersih,
tapi aku tau pasti ada sesuatu dibalik ini.
dan mereka pun tau, ada orang yang telah mengambil alih.

ETMI AHLSE YVEREGINTH.

tolong berhenti mengingatkan hati ini,
karena kau adalah tuhan dari semua ini, maka tolong bantu aku.
aku mau kebebasan yang bebas.
lepas.

dan juga berhenti memanggil nama ini dengan sebutan-sebutan yang (seperti) sampah.
layaknya mulutmu yang berbau amarah.

memang

kau perempuan, namun sifatmu layak setan,
kau perempuan, yang ingin selalu dibedakan.
kau perempuan, kau anggap dirimu feminis,
kau perempuan, tapi jelas kelakuanmu tidak logis.

dan pada saat datang aku menolong, kau pun kabur dengan api amarah yang sombong.

No comments:

Post a Comment